KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pendidikan Universitas Mandala Waluya mengumumkan peluncuran program inovatif “Mentoring Akademik Terstruktur” yang akan dimulai pada bulan Mei 2026. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan prestasi akademik mahasiswa, khususnya dalam penguasaan mata kuliah inti kependidikan dan metodologi penelitian. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan akademik di Fakultas Pendidikan.
Peluncuran program ini dilakukan pada Kamis, 19 April 2026, bertempat di Aula Student Center Universitas Mandala Waluya. Hadir dalam acara tersebut adalah pimpinan BEM, sejumlah ketua departemen, dosen pembimbing akademik, serta ratusan mahasiswa dari berbagai angkatan. Antusiasme peserta mencerminkan kebutuhan nyata akan dukungan akademik yang lebih terstruktur dan personal.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Menurut catatan dari Bagian Akademik Universitas Mandala Waluya, rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa Fakultas Pendidikan pada tiga tahun terakhir mengalami stagnasi di angka 3.1. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi pimpinan fakultas dan organisasi mahasiswa, mengingat Fakultas Pendidikan memiliki tanggung jawab menghasilkan pendidik berkualitas tinggi yang akan membimbing generasi penerus bangsa.
Beberapa tantangan akademik yang diidentifikasi melalui survei internal BEM mencakup kesulitan memahami mata kuliah teori pendidikan yang kompleks, rendahnya keterampilan penelitian kualitatif, serta minimnya interaksi personal antara mahasiswa dengan dosen pembimbing. Selain itu, tidak sedikit mahasiswa yang merasa “tertinggal” dalam mata kuliah kelompok tanpa ada sistem dukungan peer tutoring yang terorganisir dengan baik.
“Kami melakukan kajian mendalam selama empat bulan terakhir. Hasilnya, 78 persen mahasiswa menyatakan membutuhkan bantuan tambahan di luar kelas, khususnya dalam mata kuliah seperti Teori Pembelajaran, Penelitian Pendidikan, dan Evaluasi Pembelajaran,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, Ketua BEM Fakultas Pendidikan periode 2025-2026, dalam pemaparan resmi pada acara peluncuran.
Struktur dan Mekanisme Program Mentoring
Program Mentoring Akademik Terstruktur dirancang dengan sistem berjenjang yang melibatkan mahasiswa senior, tutor peer, dan pendampingan dosen. Struktur program terdiri dari tiga komponen utama: kelompok belajar tematik, tutorial satu-satu, dan workshop intensif.
Pertama, kelompok belajar tematik akan dibentuk berdasarkan mata kuliah yang dianggap sulit oleh mayoritas mahasiswa. Setiap kelompok terdiri dari 8-12 mahasiswa dengan satu mentor yang merupakan mahasiswa senior berprestasi di bidang tersebut. Kelompok belajar akan bertemu setiap dua minggu selama dua jam di perpustakaan fakultas atau ruang kelas yang disediakan.
Kedua, program tutorial satu-satu ditawarkan bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan lebih intensif. Setiap mahasiswa dapat menjadwalkan sesi tutorial dengan tutor pilihan mereka setidaknya dua kali per bulan. Sistem booking dilakukan melalui aplikasi khusus yang dikembangkan oleh Departemen Informasi Teknologi BEM.
Ketiga, workshop intensif diselenggarakan setiap bulan dengan menghadirkan dosen ahli atau mahasiswa doktoral yang memiliki keahlian spesifik. Workshop bulan pertama, misalnya, akan fokus pada “Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Pendidikan” dengan narasumber Dr. Suryanto, M.Pd., dosen senior Fakultas Pendidikan.
“Kami juga menyiapkan materi pembelajaran digital yang bisa diakses kapan saja. Tim kami sudah merancang video tutorial, e-book, dan kumpulan soal yang disesuaikan dengan kurikulum Fakultas Pendidikan,” tambah Siti Nurhaliza, Ketua Departemen Akademik BEM, dalam kesempatan terpisah.
Dukungan Institusional dan Sumber Daya
Program ini mendapat dukungan penuh dari pimpinan Fakultas Pendidikan dan Rektorat Universitas Mandala Waluya. Alokasi anggaran sebesar Rp 45 juta telah disediakan untuk operasional program selama satu tahun akademik, mencakup honorarium tutor, pembiayaan materi pembelajaran, dan fasilitas ruang belajar.
Universitas Mandala Waluya juga menyediakan akses ke perpustakaan digital, laboratorium komputer, dan learning management system (LMS) yang dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk mendukung aktivitas mentoring. Selain itu, setiap tutor akan mendapatkan pelatihan metodologi mengajar efektif yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Pembelajaran (P3) universitas.
Dari segi sumber daya manusia, telah direkrut 25 tutor peer dari mahasiswa semester enam ke atas yang memiliki IPK minimal 3.5 dan prestasi akademik terkemuka. Setiap tutor dipilih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan tes pengetahuan, wawancara, dan penilaian kemampuan komunikasi.
Pernyataan Pejabat Kampus dan Dosen
Dekan Fakultas Pendidikan, Prof. Dr. Hamid Suryawan, M.Pd., memberikan sambutan positif terhadap inisiatif BEM tersebut. Dalam wawancara dengan redaksi kampus, beliau menguraikan visi jangka panjang yang ingin dicapai.
“Program Mentoring Akademik Terstruktur adalah bukti nyata bahwa organisasi mahasiswa tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial atau hiburan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam peningkatan kualitas akademik. Target kami adalah meningkatkan rata-rata IPK mahasiswa menjadi 3.5 dalam dua tahun ke depan. Saya percaya, dengan dukungan penuh dari semua pihak, target ini dapat tercapai,” ujar Prof. Hamid dengan penuh keyakinan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Bambang Sugiyono, M.Sc., menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi lembaga pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas tinggi dan kompetitif di tingkat nasional.
“Kami sangat apresiasi terhadap inisiatif BEM. Program semacam ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya pasif menerima pendidikan, tetapi aktif menciptakan ekosistem pembelajaran yang positif. Kami siap mendukung dengan menyediakan semua infrastruktur dan izin akademik yang diperlukan,” jelas Dr. Bambang dalam pernyataannya.
Dr. Siti Aminah, M.Pd., dosen pengampu mata kuliah Teori Pembelajaran, juga memberikan komentarnya. “Saya sangat setuju dengan program ini. Dalam kelas, saya sering melihat mahasiswa yang kesulitan namun malu untuk bertanya. Dengan mentor peer yang lebih dekat secara sosial, diharapkan mahasiswa bisa lebih terbuka dalam berdiskusi. Ini adalah cara yang sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman konseptual.”
Target dan Harapan Program
Program ini menargetkan peningkatan rata-rata IPK mahasiswa Fakultas Pendidikan sebesar 0.4 poin dalam tahun pertama implementasi. Target spesifik lainnya mencakup pengurangan mahasiswa dengan IPK di bawah 3.0 dari 32 persen menjadi 18 persen, serta peningkatan persentase mahasiswa dengan IPK di atas 3.5 dari 22 persen menjadi 45 persen.
Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pembelajaran, meningkatkan tingkat kelulusan tepat waktu, dan memperkuat bonding antara mahasiswa dan dosen. Indikator keberhasilan program akan diukur melalui survei kepuasan, analisis data akademik semester-an, dan evaluasi kualitatif dari peserta.
Untuk memastikan keberlanjutan program, BEM telah merancang mekanisme monitoring dan evaluasi yang melibatkan dosen pembimbing akademik, pimpinan departemen, dan kepala bagian akademik. Evaluasi dilakukan setiap kuartal untuk melakukan penyesuaian dan perbaikan berkelanjutan.
Dampak Broader bagi Ekosistem Akademik
Para ahli pendidikan di kampus berpendapat bahwa program mentoring akademik semacam ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Tidak hanya meningkatkan prestasi akademik individual, tetapi juga membangun budaya kolaboratif dan saling mendukung di antara mahasiswa.
“Ketika mahasiswa junior melihat bahwa mahasiswa senior rela membantu mereka belajar, itu menciptakan sense of community yang kuat. Di saat yang sama, mahasiswa yang menjadi mentor juga mengalami pembelajaran tambahan melalui proses mengajar. Ini adalah win-win situation,” analisis Prof. Hamid.
Dampak lain yang diharapkan adalah peningkatan kualitas tugas akhir dan skripsi mahasiswa. Dengan pemahaman metodologi penelitian yang lebih baik, diharapkan mahasiswa Fakultas Pendidikan dapat menghasilkan penelitian berkualitas yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pendidikan di Indonesia.
Respons Mahasiswa dan Momentum Positif
Respons dari mahasiswa sangat positif. Pada acara peluncuran, lebih dari 200 mahasiswa mendaftar sebagai peserta program dalam sehari pertama. Data registrasi menunjukkan minat tertinggi pada mentoring mata kuliah Penelitian Pendidikan (89 pendaftar), diikuti Teori Pembelajaran (67 pendaftar), dan Evaluasi Pembelajaran (54 pendaftar).
“Saya sangat senang mendengar ada program seperti ini. Selama ini, saya merasa kesulitan dengan mata kuliah Metodologi Penelitian, tapi takut mengganggu dosen dengan pertanyaan. Dengan adanya mentor peer, saya jadi lebih percaya diri untuk bertanya,” ujar Asti Wijaya, mahasiswa semester empat Prodi Pendidikan Matematika.
Mahasiswa lain, Roni Hermawan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, juga mengekspresikan antusiasmenya. “Program ini dating di waktu yang tepat. Saya ingin IPK saya naik agar bisa lolos beasiswa lanjutan studi. Dengan bimbingan terstruktur ini, semoga target saya bisa tercapai.”
Penutup dan Visi ke Depan
Program Mentoring Akademik Terstruktur yang diluncurkan oleh BEM Fakultas Pendidikan Universitas Mandala Waluya merepresentasikan komitmen nyata untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan mendukung. Dengan melibatkan mahasiswa senior sebagai tutor peer, program ini tidak hanya mengatasi masalah akademik, tetapi juga membangun solidaritas dan leadership di kalangan mahasiswa.
Pimpinan BEM telah menyampaikan rencana untuk mengekspansi program ini ke fakultas lain di Universitas Mandala Waluya pada tahun akademik berikutnya, apabila evaluasi tahun pertama menunjukkan hasil yang positif. “Jika program kami berhasil meningkatkan IPK mahasiswa Fakultas Pendidikan, kami ingin mereplikasi model ini ke semua fakultas. Pendidikan berkualitas adalah investasi terbaik untuk masa depan Indonesia,” tutup Muhammad Rizki Pratama dengan penuh optimisme.
Dengan adanya program ini, harapannya Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Pendidikan, dapat terus meningkatkan kualitas akademik dan menghasilkan pendidik profesional yang siap menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
—
Berita ini ditulis berdasarkan siaran pers resmi BEM Fakultas Pendidikan Universitas Mandala Waluya pada tanggal 19 April 2026.
Joyville Vyomora project apartments involve a superb area and availability. You will jump on the unmistakable floors with the help of lifts and quick lifts, and also use the steps for coming onto the patio and various floors from the grounds. Every room has tile flooring in the parlor and the eating zone. Rooms are tinned with sleek imported tiles and upscale organizers. These pads are in the gigantic area
Mahindra Rainforest with the goal that the view will be the principal good of the task. Mahindra Rainforest is an upcoming premium project luxury loction in the ventures that will best offer exceptional design and state-of-the-art new project is Mahindra Rainforest, which is giving loction. Mahindra Rainforest gathering is very much intended to retain its standard qualities, and thus, it is profoundly welcomed by significant individuals to lease a home from this gathering. Mahindra Rainforest offers inhabitants a lifestyle that embodies the best of modern design, comfort, and community living.
Visit- https://mahindra.ind.in/mahindrarainforest/