KENDARI – Universitas Mandala Waluya kembali membuktikan dedikasi menghasilkan calon pendidik berkualitas. Kali ini, prestasi gemilang datang dari Fakultas Pendidikan melalui tiga mahasiswa yang berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Pembelajaran Nasional (KIPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15–16 April 2026.
Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi institusi pendidikan di Sulawesi Tenggara. Ketiga mahasiswa pemenang, yaitu Siti Nurhaliza (22) dari Program Studi Pendidikan Matematika, Muhammad Rizki Pratama (23) dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Dewi Kusuma Wardhani (21) dari Program Studi Pendidikan Biologi, berhasil mengalahkan lebih dari 120 tim peserta dari universitas terkemuka seluruh Indonesia dengan proyek inovasi pembelajaran yang revolusioner.
Proyek yang mereka persembahkan berjudul “PINTAR: Platform Inovatif Nasional Teknologi Adaptif untuk Rupa-rupa Pembelajaran” merupakan solusi digital yang dirancang khusus untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran di daerah terpencil. Platform ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dengan metodologi pembelajaran konstruktivistik untuk menyesuaikan materi pelajaran sesuai dengan kecepatan belajar setiap siswa.
Inovasi yang Mengubah Paradigma Pendidikan
Menurut penjelasan dari Siti Nurhaliza, ketua tim, ide awal proyek ini lahir dari pengamatan langsung terhadap tantangan pembelajaran di beberapa sekolah di Kendari dan sekitarnya. “Kami melihat bahwa banyak siswa di daerah terpencil kesulitan mengakses pembelajaran yang personalized. Guru-guru kami juga sering kali tidak memiliki cukup sumber daya untuk memberikan perhatian individual kepada setiap murid,” ungkap Siti saat ditemui di Rektorat Universitas Mandala Waluya pada Kamis, 17 April 2026.
Dia melanjutkan, “PINTAR dirancang untuk memecahkan masalah ini dengan cara yang tidak memerlukan infrastruktur mahal. Sistem kami dapat berjalan bahkan di daerah dengan konektivitas internet yang terbatas, menggunakan teknologi offline-first yang kami kembangkan sendiri.”
Muhammad Rizki Pratama menambahkan detail teknis dari inovasi tersebut. Menurutnya, platform PINTAR menggunakan algoritma machine learning yang telah dilatih dengan dataset berisi ribuan soal dan materi pembelajaran dari kurikulum nasional. “Algoritma kami dapat menganalisis pola jawaban siswa dan secara otomatis menyesuaikan tingkat kesulitan serta gaya penyajian materi. Jika seorang siswa mengalami kesulitan dengan konsep tertentu, sistem akan memberikan penjelasan alternatif yang lebih sederhana, visualisasi yang lebih menarik, atau bahkan video tutorial yang relevan,” jelasnya dengan antusias.
Sementara itu, Dewi Kusuma Wardhani fokus pada aspek pedagogis dari proyek ini. “Kami tidak hanya membuat sistem teknologi, tetapi juga memastikan bahwa setiap aspek pembelajaran berbasis bukti dan teori-teori pendidikan terkini. Setiap fitur dalam PINTAR dikembangkan berdasarkan penelitian tentang bagaimana siswa belajar paling efektif,” terang Dewi, yang juga menjadi peneliti utama dalam pengujian efektivitas platform.
Dalam kompetisi nasional tersebut, tim dari Universitas Mandala Waluya dinilai unggul dalam beberapa aspek kritis. Pertama, mereka berhasil mendemonstrasikan efektivitas platform dengan data nyata dari pilot project di tiga sekolah di Kendari. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 28% dalam tiga bulan pertama penggunaan. Kedua, solusi mereka sangat scalable dan cost-effective, dapat diimplementasikan dengan minimal investment. Ketiga, tim menunjukkan pemahaman mendalam tentang konteks pembelajaran Indonesia, khususnya tantangan spesifik di daerah terpencil.
Dukungan Penuh dari Institusi
Kepala Fakultas Pendidikan Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Ahmad Syaiful, M.Pd., mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswanya. Dalam konferensi pers yang diadakan di Auditorium Utama Kampus Mandala pada Jumat pagi, 17 April 2026, profesor berpengalaman 32 tahun di bidang pendidikan ini memberikan apresiasi tinggi terhadap kerja keras ketiga mahasiswa.
“Prestasi ini bukan sekadar kemenangan dalam kompetisi, melainkan bukti nyata bahwa mahasiswa-mahasiswa kita memiliki kompetensi dan dedikasi yang sama dengan mahasiswa dari universitas-universitas top di Indonesia. Mereka telah menunjukkan bahwa inovasi pendidikan dapat lahir dari mana saja, termasuk dari Universitas Mandala Waluya di Kendari,” ujar Prof. Ahmad Syaiful dengan bangga.
Dia juga menekankan bahwa prestasi ini adalah hasil dari ekosistem akademik yang supportif. “Kami telah mengembangkan program mentoring intensif, menyediakan laboratorium inovasi, dan mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian sejak awal studi mereka. Ketiga mahasiswa ini adalah bukti bahwa investasi kami dalam pengembangan akademik mahasiswa memberikan hasil yang nyata,” tambahnya.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.Sc., juga memberikan pernyataan resmi melalui kantor komunikasi kampus. Dalam surat resminya yang diterima media pada hari yang sama, Rektor Suryanto menyatakan bahwa prestasi ini akan menjadi catalyst untuk meningkatkan standar penelitian dan inovasi di seluruh fakultas di universitas.
“Kemenangan tim PINTAR membuka peluang bagi Universitas Mandala Waluya untuk menjadi pusat inovasi pendidikan di kawasan Sulawesi Tenggara. Kami berkomitmen untuk mengalokasikan resources yang lebih besar untuk mendukung penelitian dan pengembangan inovasi di bidang pendidikan,” tulis Rektor Suryanto dalam pernyataannya.
Dampak Jangka Panjang dan Rencana Implementasi
Prestasi ini membawa dampak signifikan tidak hanya bagi Universitas Mandala Waluya, tetapi juga bagi ekosistem pendidikan di Kendari dan sekitarnya. Kemendikbudristek telah menunjukkan ketertarikan untuk mengintegrasikan PINTAR ke dalam program pilot di berbagai daerah terpencil di Indonesia. Tim dari universitas Mandala Waluya telah dijadwalkan untuk melakukan presentasi kepada officials kementerian pada minggu depan untuk membahas roadmap implementasi.
Dr. Hendra Wijaya, M.Pd., dosen pembimbing ketiga mahasiswa sekaligus kepala laboratorium inovasi pembelajaran di Fakultas Pendidikan, menjelaskan rencana pengembangan selanjutnya. “Setelah memenangkan KIPN, kami akan fokus pada improving user interface, expanding konten pembelajaran ke lebih banyak subject areas, dan melakukan riset lebih lanjut tentang cultural adaptation dari platform untuk berbagai konteks regional,” jelas Dr. Hendra.
Dia juga menyebutkan bahwa universitas sedang memproses pendaftaran paten untuk teknologi PINTAR. “Ini adalah intellectual property yang sangat berharga. Universitas akan memastikan bahwa teknologi ini dapat diakses oleh sekolah-sekolah yang membutuhkan, baik melalui lisensi atau bahkan gratis untuk institusi pendidikan non-profit tertentu,” tambah Dr. Hendra.
Selain itu, kesempatan ini telah menarik perhatian beberapa tech companies dan NGO yang fokus pada pendidikan. Sudah ada tiga pihak yang telah menghubungi tim untuk exploring collaboration opportunities. “Kami sangat tertarik untuk berkolaborasi, tetapi dengan hati-hati memilih partner yang share our vision tentang demokratisasi akses ke pendidikan berkualitas,” jelas Muhammad Rizki Pratama.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lain
Prestasi ketiga mahasiswa ini juga memberikan inspirasi bagi ribuan mahasiswa lain di Universitas Mandala Waluya. Dalam forum talkshow yang diselenggarakan kampus pada 17 April 2026, ketiganya berbagi pengalaman dan lesson learned selama mengembangkan proyek.
Siti Nurhaliza memberikan motivasi kepada mahasiswa lain yang memiliki ide-ide brilian. “Jangan takut untuk memulai dari nol. Kami tidak memiliki modal besar atau koneksi luar biasa ketika memulai. Yang kami miliki adalah passion, kerja keras, dan support dari dosen-dosen yang percaya pada visi kami. Start small, iterate, dan terus belajar dari setiap kegagalan,” katanya dengan semangat.
Dewi Kusuma Wardhani menambahkan pelajaran penting tentang pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu. “Keberhasilan PINTAR adalah hasil dari kolaborasi antara expertise di bidang matematika, bahasa, biologi, dan teknologi. Jangan hanya fokus pada narrow expertise Anda, tetapi buka diri untuk belajar dari teman-teman di program studi lain. Inovasi terbesar sering terjadi di intersection antara berbagai disiplin ilmu,” ujarnya.
Kesimpulan: Momen Bersejarah bagi Universitas Mandala Waluya
Pencapaian mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Mandala Waluya dalam memenangkan Kompetisi Inovasi Pembelajaran Nasional 2026 adalah sebuah momen bersejarah yang akan dikenang dalam perjalanan institusi ini. Ini membuktikan bahwa universitas yang berlokasi di Kendari bukan hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga inovator dan problem-solver yang dapat berkontribusi pada skala nasional.
Dengan dukungan penuh dari institusi, mentoring dari dosen-dosen berpengalaman, dan ekosistem akademik yang kondusif, Universitas Mandala Waluya telah menunjukkan bahwa lokasi geografis bukanlah penghambat untuk mencapai excellence. Tiga mahasiswa ini telah mewujudkan mimpi mereka untuk membuat perubahan positif dalam dunia pendidikan Indonesia.
Ke depannya, mata dunia pendidikan akan tertuju pada implementasi PINTAR dan bagaimana teknologi inovasi ini dapat mengubah landscape pembelajaran di daerah terpencil. Universitas Mandala Waluya dan ketiga mahasiswa pemenangnya siap untuk menulis halaman baru dalam sejarah inovasi pendidikan Indonesia.
Semoga prestasi ini menjadi awal dari banyak pencapaian gemilang lainnya yang akan terus mengharumkan nama Universitas Mandala Waluya di tingkat nasional dan internasional.
—
PROFIL SINGKAT UNIVERSITAS MANDALA WALUYA
Universitas Mandala Waluya, yang didirikan tahun 1985, adalah salah satu universitas swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara dengan fokus khusus pada pengembangan program pendidikan. Institusi ini memiliki delapan fakultas dengan lebih dari 15.000 mahasiswa aktif dan telah menghasilkan ribuan lulusan yang berkontribusi di berbagai sektor pendidikan dan industri.