KENDARI – Universitas Mandala Waluya (UMW), khususnya Fakultas Pendidikan, menghadirkan momentum spektakuler yang menggabungkan semangat olahraga dan seni budaya dalam satu event besar. Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu 2026, yang berlangsung selama tiga hari penuh pada 29-31 Maret 2026 di Lapangan Olahraga Pusat UMW, telah berhasil menampilkan ribuan mahasiswa dengan antusiasme yang luar biasa tinggi.
Acara yang dinamis dan meriah ini merupakan realisasi nyata dari komitmen Fakultas Pendidikan UMW dalam mengembangkan potensi akademik dan non-akademik mahasiswa secara seimbang. Dengan menghadirkan berbagai cabang olahraga tradisional dan modern serta penampilan seni budaya dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan ini mencerminkan nilai-nilai pendidikan holistik yang menjadi fondasi institusi pendidikan tinggi terkemuka di Sulawesi Tenggara.
Latar Belakang dan Visi Acara
Sejak berdiri pada tahun 1998, Universitas Mandala Waluya telah menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia di wilayah Kendari dan sekitarnya. Fakultas Pendidikan, sebagai salah satu fakultas unggulan dengan program studi meliputi Pendidikan Jasmani, Pendidikan Seni, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Pendidikan Matematika, memiliki tanggung jawab khusus dalam membentuk calon pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga terampil dan berjiwa seni.
Festival ini dirancang sebagai wadah apresiasi dan pengembangan kreativitas mahasiswa di luar ruang kelas. Penyelenggaraan event berskala besar seperti ini juga merupakan bagian dari proses pembelajaran praktis yang mempersiapkan calon pendidik untuk menjadi fasilitator yang komprehensif di sekolah-sekolah kelak.
“Kami percaya bahwa pendidikan yang berkualitas tidak hanya mengutamakan aspek akademik semata, tetapi juga harus mengembangkan karakter, kreativitas, dan kemampuan fisik siswa,” ujar Dr. Bambang Sutrisno, Dekan Fakultas Pendidikan UMW, dalam sesi pembukaan festival pada hari pertama. Dr. Sutrisno, yang telah memimpin Fakultas Pendidikan selama empat tahun terakhir, menambahkan bahwa festival ini merupakan realisasi dari misi utama mereka.
Rangkaian Kegiatan Olahraga yang Meriah
Kompetisi olahraga yang digelar dalam festival ini mencakup berbagai cabang yang komprehensif. Mulai dari cabang olahraga tim seperti sepak bola lima-a-side, bola voli, badminton ganda, hingga cabang olahraga individual seperti lari sprint, lompat jauh, dan angkat besi.
Antusiasme mahasiswa sangat terlihat jelas dari jumlah peserta yang mendaftar. Untuk kategori sepak bola lima-a-side saja, tercatat 24 tim dari berbagai program studi dan angkatan berkompetisi sengit memperebutkan juara. Pertandingan semi-final yang melibatkan Tim Pendidikan Jasmani melawan Tim Pendidikan Umum menjadi sorotan utama, dengan skor akhir 3-2 untuk keuntungan Pendidikan Jasmani setelah pertandingan yang sangat dramatis.
“Saya bangga melihat dedikasi dan sportivitas tinggi dari semua peserta. Meskipun ini adalah kompetisi, nilai-nilai kebersamaan dan persahabatan tetap terjaga dengan baik,” ujar Heri Susanto, Koordinator Cabang Olahraga Festival, dalam wawancara di area technical meeting pada tanggal 30 Maret lalu.
Nomor lari 100 meter putri berhasil dipecahkan dengan catatan waktu baru 12.56 detik, diraih oleh Sinta Wijaya, mahasiswi angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Jasmani. Prestasi gemilang ini membuat seluruh penonton yang hadir di tribun meledak dalam tepuk tangan meriah.
Cabang olahraga tradisional juga menjadi sorotan utama dalam festival ini. Terdapat kompetisi tali temali, permainan tarik tambang, dan lomba balap karung yang menghadirkan suasana meriah dan penuh tawa. Partisipasi aktif dari dosen-dosen Fakultas Pendidikan dalam cabang tarik tambang menambah semangat dan membuat acara menjadi lebih inklusif.
Panggung Seni Budaya yang Memukau
Tidak hanya olahraga, festival ini juga menyediakan platform yang sangat luas bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat seni mereka. Panggung utama yang terletak di tengah lapangan olahraga menjadi pusat perhatian dengan berbagai pertunjukan yang memukau mata dan hati penonton.
Pertunjukan tari tradisional menjadi salah satu highlight utama. Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni menampilkan tarian dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk Tari Balumpa dari Muna dan Tari Kipat dari Buton. Kostum yang autentik dan gerak yang presisi menunjukkan dedikasi mereka dalam mempelajari dan melestarikan warisan budaya nusantara.
“Pertunjukan tari hari ini adalah hasil dari empat bulan persiapan intensif. Kami ingin memastikan bahwa setiap gerakan mencerminkan esensi asli dari tarian tradisional tersebut,” jelas Dina Murniasih, koordinator pertunjukan tari dan mahasiswi angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Seni, dengan rasa bangga yang tersirat jelas.
Selain tari, musik juga menjadi bagian integral dari festival ini. Paduan suara mahasiswa Fakultas Pendidikan yang terdiri dari 45 anggota menyanyikan lagu-lagu nasional dan daerah dengan harmoni yang sempurna. Orkestra sederhana yang dimainkan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni menampilkan karya-karya klasik yang dipadukan dengan musik kontemporer, menciptakan suasana yang elegan dan modern.
Pertunjukan teater pendek juga disajikan dengan tajam dan berisi pesan-pesan moral yang relevan bagi kehidupan mahasiswa. Satu pertunjukan yang berjudul “Mimpi Pendidik” menceritakan perjalanan seorang calon guru dalam menghadapi tantangan profesi, dan berhasil menyentuh emosi ribuan penonton yang hadir.
Mode fashion show yang menampilkan desain mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni menjadi daya tarik tersendiri. Koleksi yang menggabungkan batik tradisional dengan desain kontemporer berhasil menunjukkan kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan seni mereka.
Partisipasi Luas dan Antusiasme Tinggi
Data yang dikumpulkan panitia menunjukkan bahwa lebih dari 2.500 mahasiswa dari seluruh program studi di Fakultas Pendidikan UMW aktif terlibat dalam festival ini, baik sebagai peserta kompetisi maupun penggemar yang mendukung dari tribun. Tingkat partisipasi yang tinggi ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Pendidikan memiliki semangat yang kuat dalam mengembangkan diri di luar kegiatan akademik reguler.
“Partisipasi yang luar biasa ini membuktikan bahwa kampus kami memiliki mahasiswa-mahasiswa yang tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki bakat dan passion yang tinggi dalam bidang olahraga dan seni. Ini adalah aset berharga bagi Universitas Mandala Waluya,” ujar Prof. Dr. Irawan Santoso, Rektor UMW, yang hadir pada hari kedua festival untuk melihat langsung jalannya acara.
Prof. Irawan juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mahasiswa. “Kalian semua adalah generasi penerus bangsa yang tidak hanya harus menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki jiwa seni dan semangat olahraga yang tinggi. Festival seperti ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Mandala Waluya berkomitmen dalam menciptakan pendidik yang holistik dan komprehensif,” tambah Prof. Irawan dengan antusias.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Kehadiran festival ini tidak hanya memberikan hiburan semata, tetapi memiliki dampak edukatif yang signifikan bagi peserta dan penonton. Bagi mahasiswa yang berkompetisi, festival ini menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan, mengenal kekuatan dan kelemahan diri, serta belajar tentang pentingnya kerja sama tim dan sportivitas.
“Melalui festival ini, mahasiswa mendapat pengalaman nyata dalam merencanakan, mengorganisir, dan melaksanakan sebuah acara besar. Ini semua adalah skill manajemen dan kepemimpinan yang akan sangat berguna ketika mereka terjun menjadi pendidik di sekolah-sekolah,” jelas Dr. Suhartono, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Pendidikan UMW.
Bagi calon pendidik khususnya, festival ini memberikan wawasan praktis tentang bagaimana mengorganisir kegiatan ekstrakurikuler dan memberikan apresiasi terhadap bakat siswa. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani dan Pendidikan Seni mendapat kesempatan langsung untuk melihat bagaimana aktivitas olahraga dan seni dapat menjadi bagian integral dari proses pendidikan.
“Ketika saya menjadi guru kelak, saya akan membawa semangat festival ini ke sekolah saya. Saya akan memastikan bahwa siswa-siswa saya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan bakat mereka baik di bidang olahraga maupun seni,” ujar Rizki Pratama, mahasiswa angkatan 2023 Program Studi Pendidikan Jasmani, dengan tekad yang jelas terlihat di wajahnya.
Penghargaan dan Pengakuan
Penutupan festival pada tanggal 31 Maret 2026 disertai dengan penganugerahan penghargaan kepada para pemenang dan peserta yang bersinar. Selain penghargaan untuk juara di setiap cabang olahraga, terdapat juga penghargaan khusus untuk pertunjukan seni terbaik, peserta paling sportif, dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini.
Tim Pendidikan Jasmani berhasil meraih posisi juara umum dalam kompetisi olahraga, sementara Tim Pendidikan Seni meraih juara umum dalam kompetisi seni. Kedua juara umum ini akan mendapatkan dana ekskursi pendidikan dan berbagai hadiah menarik lainnya.
“Penghargaan yang kami terima hari ini bukan semata-mata tentang kemenangan, tetapi lebih tentang dedikasi, kerja keras, dan semangat kebersamaan yang telah kami tunjukkan selama persiapan dan pelaksanaan festival,” ujar Wahyu Kusuma, ketua tim Pendidikan Jasmani yang meraih juara umum, saat penerimaan trofi.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Festival Seni Budaya dan Olahraga Terpadu 2026 Fakultas Pendidikan UMW telah berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi ribuan peserta dan penonton. Acara yang meriah ini bukan sekadar serangkaian kompetisi olahraga dan pertunjukan seni, tetapi merupakan representasi nyata dari filosofi pendidikan yang holistik dan inklusif yang dianut oleh institusi.
Ke depannya, Dekan Fakultas Pendidikan UMW menjanjikan bahwa festival serupa akan menjadi agenda rutin yang diadakan setiap tahunnya, bahkan dengan skala yang lebih besar. “Kami ingin membuat festival ini menjadi tradisi yang ditunggu-tunggu oleh seluruh civitas akademika UMW. Pada tahun-tahun mendatang, kami akan melibatkan mahasiswa dari fakultas-fakultas lain di UMW untuk membuat festival ini menjadi lebih inklusif dan meriah,” tutur Dr. Bambang Sutrisno dengan optimisme yang membara.
Universitas Mandala Waluya, melalui Fakultas Pendidikan, telah membuktikan komitmentnya dalam menciptakan lingkungan akademik yang tidak hanya mendorong keunggulan intelektual, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, dan kesehatan fisik mahasiswa. Festival ini menjadi bukti bahwa pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang menyentuh semua aspek kehidupan manusia.
Dengan tetap menjaga semangat ini, diharapkan para mahasiswa Fakultas Pendidikan UMW dapat menjadi pendidik-pendidik masa depan yang tidak hanya menguasai bidang studi mereka, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan potensi mereka secara utuh dan menyeluruh.
—
Total Kata: 1.847 kata